Meningkatkan Komunikasi dalam Keluarga

Meningkatkan Komunikasi  dalam Keluarga   Akhir  akhir ini  kita baca Koran/ majalah dan lihat  di TV begitu banyak kekerasan yang terjadi  utamanya pada anak anak dan perempuan. Pada umumnya  masalah ini dilatar belakangi oleh hambatan komunikasi. Mungkin  ada gunanya kita tahu apa saja masalah dan bagaimana meningkatkan komunikasi  dalam keluarga.   Hambatan komunikasi  Stress dan  emosi yang tidak terkontrol. Tenangkan dirimu  sebelum melanjutkan  Kurang  fokus. Kalau  mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus .Kalau  kamu sedang memikirkan akan bicara apa, melamun,ngecek  sms atau memikirkan soal lain kamu hampir pasti tidak bisa mengirimkan  pesan nonverbal dslsm percakapan. Kamu harus tetap fokus dari saat ke saat. Bahasa  tubuh yang tidak konsisten.Komunikasi  non verbal hendaknya memperkuat apa yang dibicarakan. Kalau  kamu bicara sesuatu, sedangkan bahasa tubuh nya beda lagi, aka nada kesan anda tidak jujur. Misalnya  kita tidak bisa mengatakan “ya” tetapi menggeleng gelengkan kepala menyatakan “tidak” Bahasa  tubuh yang  negatif: Kalau anda tidak setuju atau tidak  suka apa yang dikatakan bisa menggunakan  bahasa tubuh negativf seperti melipat tangan, menghindari ...
Read More

Artikel Bondem (Bonus Demografi)

Bonus Demografi dan Pernikahan dari Kacamata Masyarakat Perdesaan Debby Josephine  SPd, Jaringan Relawan Independen.   Bonus demografi akan didapat jika kita memanfaatkan peluang saat penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih besar  dibanding penduduk usia non produktif. Penduduk produktif yang tinggi ini bisa menjadi peluang untuk lompatan  kemajuan, namun bisa menjadi bencana tanpa pengelolaan yang benar. Untuk meraih peluang  tersebut, perlu dilakukan  sejumlah upaya agar penduduk dapat bekerja dan menabung, menggunakan hak  reproduksinya dengan baik, memahami perannya dan berkontribusi pada kehidupan masyarakat yang lebih baik. Menyongsong Bonus Demografi tersebut Jaringan Relawan Independen (JaRI) yang selama 20 tahun terakhir berkontribusi pada upaya pemberdayaan gender, melakukan studi menggunakan data register akta nikah tahun 2015 – 2017 di satu kecamatan Kabupaten Bandung Barat. Studi kecil ini menemukan dari 3.289 pasangan menikah hampir 15 persen atau 487 orang pengantin perempuan diantaranya berusia kurang dari 18 tahun dengan rincian: 3 persen berusia 16 tahun, 5 persen berusia 17 tahun, dan 6 persen berusia 18 tahun. Artinya ada sejumlah perempuan yang dalam usia...
Read More

Kartini, Perkawinan, dan Kesetaraan

Kartini, Perkawinan  dan Perjuangan Kesetaraan Oleh : Ilsa Nelwan Jaringan Relawan Independen   Pada tahun 2015 terbit buku terbaru dari Dr Joost Cote, seorang sejarawan yang meneliti semua tulisan Kartini dari Monash University berjudul “Kartini the complete writings 1898-1904”. Buku itu  seluruhnya 840 halaman meliputi 141 surat Kartini 1899-1904; 4 cerita pendek dipublikasikan 1903-1904;2 karya Ilmiah  dipublikasikan th 1899 dan 1914;4 artikel panjang yang tidak dipublikasikan disebut “memoranda”: 1 autobiografi , 2.deskripsi perkawinan jawa, 3.Pentingnya pendidikan dan pelatihan; 4.katalog daftar buku pada perpustakaan Kartini.  Menurut Cote Kartini merintis dan  mendengungkan paham kebangsaan sebelum belanda menetapkan kontrol atas kepulauan Indonesia. Surat suratnya yang ditujukan pada orang2 berpengaruh utamanya Rosa Abendanon dan Stella Zeehandellar  adalah upaya strategis unuk memengaruhi pemikiran orang Belanda yang pada saat itu mengarah pada “politik Etis”. Dalam salah satu buku Cote Letters from Kartini yang terbit  tahun 1992 terlihat bahwa perkawinan adalah satu  fokus pemikiran Kartini. Namun ia membahas uraian, latar belakang tradisi, sosial, ekonomi, budaya, dan tidak langsung pada soal perkawinan itu sendiri. ...
Read More

Artikel Pengalaman JaRI

Pengalaman Merespon Kasus dan Melaksanakan  Program  Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan Oleh : DR. Tetty Rismiati, Jaringan Relawan Independen   Yayasan Jaringan relawan independen telah melakukan pendampingan terhadap korban kekerasan sejak th 2003, saat ini rata rata ada 100 kasus setiap tahun yg dilayani. Korban terbanyak perempuan dan anak, dalam tahun tahun terakhir  terjadi peningkatan korban anak secara nyata. Sejak tahun 2011 disamping pendampingan kasus, yayasan JaRI mengembangkan upaya pencegahan dimulai dengan pembuatan brosur dan saat ini tengah mengembangkan alat bantu edukatif bagi  remaja awal. Pemilihan calon legislatif pada tahun 2019 bisa menjadi peluang untuk memperkuat dukungan bagi pecegahan dan penanganan kekerasan seksual. Pada awalnya kasus yg banyak meminta pertolongan adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga, namun dalam tahun tahun terakhir kasus  pelecehan seksual di kalangan anak anak meningkat secara bermakna. Ada berbagai kasus yg pernah ditangani baik dalam bentuk kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap  istri, kekerasan terhadap anak dan kekerasan oleh anak terhadap anak. Korban yg ditangani pada umumnya  dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, karena ...
Read More