Sebagai perempuan yang belum/tidak menikah di Indonesia, dianggap gagal, mengancam harga diri dan konsep diri seorang perempuan single. Terutama dalam hal memenuhi tuntutan keluarga, masyarakat dan agama untuk menikah. Sosial masyarakat tidak menganggap bahwa menjadi perempuan single yang belum/tidak menikah memiliki hidup yang bahagia. Karena kebanyakan orang menganggap bahwa perempuan yang tidak menikah itu identik dengan hidup yang tidak bahagia dan membosankan.

Lalu mengapa stigma negatif ‘single’ ini lebih banyak diterima oleh perempuan daripada laki-laki? Sampai-sampai stigma ini menciptakan istilah ‘perawan tua’. Hal ini disebabkan karena Indonesia memilki budaya patriaki, selain itu perempuan memiliki umur reproduksi yang terbatas dengan adanya umur menopause pada perempuan. Maka penting sekali perempuan untuk segera dikawinkan selagi masih pada umur produktif untuk bereproduksi. Banyak

Ada sebuah film Indonesia yang berjudul “kapan kawin”. Film ini mengangkat isu perempuan single yang belum menikah meskipun sebagai perempuan sudah memiliki kemandirian dalam hal ekonomi, memiliki paras cantik, dan cerdas. Dalam film ini perempuan single yang bernama Dinda, dituntut keluarga untuk segera menikah. Karena belum menikah pada usia Dinda dianggap tidak normal. Mitos lainnya sebagai perempuan single biasanya memiliki karir yang cemerlang. Hal ini biasa dianggap ancaman bagi para pria jika perempuan yang akan menjadi pasangangan memiliki karir yang lebih baik.

Tidak hanya itu, mitos lainnya menganggap bahwa perempuan yang masih belum menikah adalah perempuan yang putus asa yang mau menikah dengan siapa saja laki-laki yang datang kepadanya. Sebaliknya ada juga yang mengatakan bahwa kenapa perempuan belum menikah karena menunggu pasangan yang tepat untuknya.

Dari apa yang kita dapat pelajari melalui film “Kapan Kawin” bagaimana tokoh yang mewakili sebagai perempuan single masih terbentuk berdasarkan ideologi partriaki. Meskipun terdapat usaha untuk dapat merubah imej perempuan single menjadi lebih positif, namun masih banyak mitos yang mendukung dominasi terhadap perempuan.

Mitos Fakta
Perempuan yang belum/tidak menikah dianggap tidak laku/tidak normal Perempuan yang memutuskan belum menikah bukan tidak laku, tapi bisa ingin lebih selektif dan matang dalam menentukan pasangan hidup.
Perempuan yang belum/tidak menikah dianggap hidup tidak bahagia dan membosankan Banyak perempuan yang sudah menikah hidupnya tidak bahagia. Jadi kebahagian hidup seseorang tidak diukur pada menikah atau tidaknya seorang perempuan.
Perempuan yang belum/tidak menikah dianggap perempuan yang putus asa dalam mencari pasangan. Tidak ada putus asa dari dalam mencari pasangan, yang ada hanya putus asa terhadap pandangan masyarakat terhadap perempuan yang tidak/belum menikah.
Perempuan yang belum/tidak menikah cenderung memiliki karir yang cemerlang karena lebih memilih pekerjaan dibanding kodratnya sebagai perempuan. Perempuan memiliki hak untuk memilih bagaimana dia akan menjalani hidupnya.

 

Sumber :

  1. KnE Social Sciences : Constructing Single Woman in Indonesian Popular Culture: Representation of Single Woman in Kapan Kawin?

By Preciosa Alnashva Janitra and Retrasari Dewi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *