Say no to teenage pregnancy

Saat ini ditengah masyarakat dikenal istilah ” marriage by accident”, atau MBA. Biasanya itu terjadi karena seorang perempuan menjadi hamil diluar rencana, sebagian besar karena “tidak sengaja”, karena sudah melakukan aktivitas seksual sebelum menikah. Lalu hamil dan “terpaksa” menikah, dan

Siapa yg paling rugi ? Anak perempuan itu. Laki lakinya bisa mengatakan “bukan saya”. Tetapi Anak perempuan yg masih sekolah terpaksa tidak menyelesaikan sekolahnya. Keluarga memaksanya untuk menikah, untuk mengurangi aib keluarga. Pertanyaan sekarang mengapa anak perempuan aktif secara seksual? Karena “semua orang” sudah melakukan itu. “Make love” diumbar di media sosial. Apakah mereka tahu bahwa ada konsekwensi hamil ? dan mungkin tahu tetapi belum tentu mengerti karena aktif secara seksual itu perlu dilatar belakangi pemahaman tentang kesehatan reproduksi, kesadaran tentang hak reproduksi. 

Dokter Aida melontarkan istilah ini dalam dialognya. Apakah ada unsafe sex ? Ada. Sama seperti kalau Kita Naik mobil, bagaimana mobil yang aman ?   Mobil yang dikemudikan oleh supir yang sudah punya SIM. Begitu juga safe sex adalah aktivitas seksual yang dilakukan oleh mereka yang sudah punya Surat nikah, Namun demikian para ahli juga memaklumi adanya anak anak yang karena satu dan lain hal sudah aktif secara seksual walaupun belum menikah.  

Apa yang bisa disarankan ? Utamanya pada anak perempuan, jangan sampai hamil. Jadi harus tahu bagaimana orang bisa hamil. Satu lagi yang tidak kurang pentingnya jangan sampai tertular penyakit kelamin Bagaimana caranya ? Gunakan kondom. Bisa sekaligus mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual Tetapi yang lebih dasar adalah apa yang kita ajarkan pada “Anak Aman”: Tubuhku adalah milikku, jangan biarkan siapapun menyentuhnya tanpa persetujuanku.

  

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments