Banyaknya kekerasan yang menimpa perempuan-perempuan di dunia khususnya di Indonesia menjadi salah satu factor yang membuat KH Husein memilih untuk menjadi seorang feminist. Karena menurutnya perempuan adalah sama mahluk ciptaan Tuhan yang memiliki  seluruh potensi kehidupan yang sama dengan laki-laki sebagai sesama manusia.

Menurut pria kelahiran Cirebon pada tahun 1953 ini, perempuan memiliki hak-hak kemanusiaanya yang tidak boleh dikurangi dan perlu dilindungi. Pilihannya untuk menjadi feminist tidaklah mudah. Menghadapi banyak ancaman dan dianggap menyesatkan ajaran agama, tidak membuatnya mundur untuk terus memperjuangkan keadilan dan kesetaraan gender di Indonesia.

Sebagai pemuka agama, KH Husein Muhammad berpendapat bahwa agama hadir untuk manusia. Bahwa agama tidak mengajarkan diskriminasi antar gender. Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang terhormat, mandiri dan setara. Sedangkan keadaan yang terjadi sekarang, perempuan banyak dianggap ada hanya untuk menjalani kodratnya penghasil keturunan, melayani suami, mengurus anak-anaknya dan menunggu rumah. Padahal perempuan juga adalah manusia yang memiliki seluruh potensi kemanusiaan seperti akal (intelektual), mental-spritual(roh), energi tubuh.

Perempuan berhak untuk berkreasi dan mengembangkan potensi diri tanpa diskriminasi. KH Husein sendiri memiliki pemahaman bahwa diskriminasi terhadap perempuan dan kekerasan terhadap perempuan harus diperbaiki atau dihapuskan. Kekerasan terhadap perempuan menciptakan penderitaan berlapis yang akan berdampak pada kemiskinan keluarga, bangsa dan negara.

Perempuan memiliki hak yang sama, selama perempuan mampu untuk menjadi teratas tidak ada alasan untuk meragukan hanya karena gender. Hal ini diwujudkan dengan sikap KH Husein yang mengizinkan ada perempuan yang menjadi imam sholat. Karena tidak ada syarat gender untuk menjadi imam sholat.

Banyak aturan-aturan diskriminasi yang dibuat seolah-olah melindungi perempuan. Namun perlindungan terhadap perempuan tidak boleh mengurangi hak-haknya untuk berpartisipasi penuh, beraktifitas dan berprestasi baik dalam ruang domestic maupun publik, politik.

 

Sumber :

  1. KH Husein Muhammad dalam Seminar Pra-Rekruitmen Relawan JaRI, Yayasan JaRI.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *